"Letakkan dunia di telapak kakiku, biar kupijak. Simpankan akhirat dalam jiwaku biar kurindu. Sisipkan Cinta dalam hidupku biar aku menjadi aku. Langit tunggu kutawan, bumi tunggu kulakukan perubahan" Perjalanan yang jauh, yang masih menungguku.. apakah yang akan terjadi pada masa hadapan...

Followers

! kurasakan something...

Sunday, July 31, 2011

Bersyukurkah Kita ???

Jika kita merasa selalu hidup dalam tekanan, coba lihatlah mereka..



Jika kita merasa pekerjaan kita sangatlah berat, bagaimana dengan dia??



Bila kita merasa gaji kita sangat sedikit, bagaimana dengan anak yg malang ini??



Jika kita merasa belajar adalah sebuah beban, contohlah semangatnya..


Jika kita sempat merasa putus asa, ingatlah orang ini..



Jika kita merasa hidup kita sangat menderita, apakah kita juga merasakan penderitaan seperti orang ini??



Jika kita merasa hidup kita tidak adil, bagaimana dengan dia??



Di saat kita kecil dimanja dan di sayang, manjakah mereka?



Pantaskah kita mengeluh tentang makanan disaat ia sedang membayangkan makan happy meal??



Tdk merasa bersalahkah kita masih selalu tidak mendengarkan bahkan melawan ibu kita?





Tanya ke dalam diri kita sendiri, dibandingkan dengan mereka, seberapa beruntungkah sebenarnya kita?.... Masih pantaskah kita selalu mengeluh akan masalah-masalah “kecil” yang menimpa hidup kita? Di saat kita dihadapi oleh berbagai rintangan dalam hidup, ingat, kita tidak pernah kehilangan pilihan untuk tetap bersyukur………

Bukankah bersyukur merupakan cara paling mudah untuk mencicipi kebahagiaan?? Selalu BERSYUKUR di manapun anda berada, bila pun, dan pada keadaan apa pun..

Setelah melihat gambar di atas ini, menjamu selera yg sederhana pun terasa begitu berlimpah.. sekiranya mereka dapat menjamu begitu sudah sangat bahagia.. Tapiii… Sungguh malang kalau kita yang sudah dilimpahi dengan berbagai kecukupan tapi selalu merasa kurang..

Wednesday, July 27, 2011

Selamat Bergraduat Buat Juniorku di UPSI

Assalamualaikum dan Salam Sejahtera

Ku tujukan ucapan Selamat Bergraduat dan bergelar ALUMNI UPSI buat junior-juniorku.. serta adik-adikku serumah iaitu Khairul, Azmee, Putera, Husin, Farid Azron dan Walter… Tidak dilupa juga buat Munirah Wahab selamat bergraduat yaa… Begitu juga dengan Nurulsahila Sifoladif selamat bergraduat….

Syukur Alhamdulillah, bulan Julai 2011 ini telah menjadi tarikh keramat dan tarikh yang amat bermakna di dalam hidup korang semua. Peristiwa yang menjadi simbolik dalam menamatkan proses pengajian adik-adik di UPSI…. Tahniah buat korang semua…

Hurmm mengimbau kembali detik-detik aku bergraduat di UPSI pada tahun lepas di Istiadat Konvokesyen kedua belas pada 14 Oktober 2010… sungguh terharu dan teruja masa itu ketika menerima segulung ijazah..

Sebelum Kita Mengeluh

1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.


2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.


3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.


4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.


5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup.


6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.


7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.


8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.


9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.


10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.


11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Nikmat Hidup

Hidup ini hanya semetara,

rugi kiranya kalau kita tidak menikmatinya...
Segala cobaan hidup yang kita alami adalah bagian dari hidup itu sendiri dan juga merupakan seni dari hidup..
Tidak akan pernah hidup itu jalannya selalu lurus,

pasti ada masalah yang kita temui dalam menjalani hidup ini..
Pasti ada kebahagian yang menanti kita di ujung masalah yang kita hadapi...
Mereka yang merasa bahagia adalah mereka yang bisa menjalani hidup dengan bahagia dan mampu mengatasi segala masalah yang dihadapinya dengan senyuman...
Hidup akan indah kalau kita menjalaninya dengan sabar dan ikhlas, selalulah berfikiran positif...

Tuesday, July 26, 2011

Subhanallah !

Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:


“Tidak akan masuk syurga seseorang yang ada di dalam hatinya perasaan sombong walaupun sebesar zarah”. Seseorang lelaki berkata, Sesungguhnya seseorang itu suka pakaian dan kasutnya cantik. Baginda s.a.w. bersabda,”Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan Allah suka kepada keindahan”.

Ganjaran Kebaikan

SIFIR KEHIDUPAN (^-^)

Rutinnya setiap yang dilakukan oleh seseorang manusia itu punya implikasinya di akhirat dalam bentuk balasan baik atau buruk mengikut amalan yang dilakukan.

Seperti yang ditegaskan oleh Allah SWT,


"Barangsiapa mengerjakan kebaikan walau seberat zarrah ( habok paling kecil ) sekalipun, pasti dia akan melihat balasannya dan barangsiapa yang mengerjakan amal kejahatan walau sebesar zarrah sekalipun, pasti dia akan melihat balasannya pula."

( Surah Az-Zalzalah Ayat 7-8 )

GANJARAN KEBAIKAN (^_^)

Daripada Abu Mas'ud al-Ansari r.a., Nabi SAW bersabda yang bermaksud :

" Sesiapa yg menunjukkan kepada kebaikan, ia mendapat ganjaran amalannya itu dan ganjaran seumpama orang yang mengikutnya "

-riwayat Muslim-

Andai Islam seperti sebuah bangunan usang yang hampir roboh, maka akaku berjalan ke seluruh dunia mencari jiwa-jiwa muda. Aku tidak ingin mengutip dengan ramai bilangan mereka, tapi aku inginkan hati-hati yang ikhlas untuk membantuku dan bersama membina kembali bangunan usang itu menjadi sebuah bangunan yang tersergam indah

:: Imam Hassan al-Banna::

CINTA Sebesar JARRAH

Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahwa pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air di kebun.


Bila pemuda yang sedang menyiram air itu melihat kepada Nabi Isa a.s berada di hadapannya maka dia pun berkata, “Wahai Nabi Isa a.s, kamu mintalah dari Tuhanmu agar Dia memberi kepadaku seberat semut Jarrah cintaku kepada-Nya.”


Berkata Nabi Isa a.s, “Wahai saudaraku, kamu tidak akan terdaya untuk seberat Jarrah itu.”


Berkata pemuda itu lagi, “Wahai Isa a.s, kalau aku tidak terdaya untuk satu Jarrah, maka kamu mintalah untukku setengah berat Jarrah.”


Oleh kerana keinginan pemuda itu untuk mendapatkan kecintaannya kepada Allah, maka Nabi Isa a.s pun berdoa, “Ya Tuhanku, berikanlah dia setengah berat Jarrah cintanya kepada-Mu.” Setelah Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun berlalu dari situ.

Selang beberapa lama Nabi Isa a.s datang lagi ke tempat pemuda yang memintanya berdoa, tetapi Nabi Isa a.s tidak dapat berjumpa dengan pemuda itu. Maka Nabi Isa a.s pun bertanya kepada orang yang lalu-lalang di tempat tersebut, dan berkata kepada salah seorang yang berada di situ bahwa pemuda itu telah gila dan kini berada di atas gunung.


Setelah Nabi Isa a.s mendengat penjelasan orang-orang itu maka beliau pun berdoa kepada Allah S.W.T, “Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tentang pemuda itu.”Selesai saja Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun dapat melihat pemuda itu yang berada di antara gunung-ganang dan sedang duduk di atas sebuah batu besar, matanya memandang ke langit.


Nabi Isa a.s pun menghampiri pemuda itu dengan memberi salam, tetapi pemuda itu tidak menjawab salam Nabi Isa a.s, lalu Nabi Isa berkata, “Aku ini Isa a.s.”


Kemudian Allah S.W.T menurunkan wahyu yang berbunyi, “Wahai Isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraan manusia, sebab dalam hatinya itu terdapat kadar setengah berat Jarrah cintanya kepada-Ku. Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, kalau engkau memotongnya dengan gergaji sekalipun tentu dia tidak mengetahuinya.”


Barangsiapa yang mengakui tiga perkara tetapi tidak menyucikan diri dari tiga perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu.


1. Orang yang mengaku kemanisan berzikir kepada Allah, tetapi dia mencintai dunia.

2. Orang yang mengaku cinta ikhlas di dalam beramal, tetapi dia inginmendapat sanjungan dari manusia.

3. Orang yang mengaku cinta kepada Tuhan yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya.



Rasulullah S.A.W telah bersabda, “Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima lupa kepada yang lima :


1. Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat.

2. Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab.

3. Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al- Khaliq.

4. Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat.

5. Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur.”

Sunday, July 24, 2011

Tanda-Tanda Hati Kita Keras

Hati adalah sumber ilham dan pertimbangan. Ia juga adalah tempat lahirnya cinta dan benci, keimanan dan kekufuran, taubat dan sikap degil serta ketenangan dan kebimbangan.


Hati merupakan sumber kebahagiaan jika kita mampu membersihkannya namun sebaliknya ia merupakan sumber bencana jika kita gemar menodainya. Aktiviti yang dilakukan sering berpunca daripada lurus atau bengkoknya hati.


Abu Hurairah r.a. berkata, "Hati adalah raja, sedangkan anggota badan adalah tentera. Jika raja itu baik, maka akan baik pula lah tenteranya. Jika raja itu buruk, maka akan buruk pula tenteranya".


Hati yang keras mempunyai tanda-tanda yang boleh dikenali, di antara yang terpenting adalah seperti berikut:


1. Malas melakukan ketaatan dan amal kebajikan


Terutamanya malas untuk melaksanakan ibadah, malah mungkin memandang ringan. Misalnya tidak serius dalam menunaikan solat, atau berasa berat dan enggan melaksanakan ibadah-ibadah sunat. Allah telah menyifatkan kaum munafik dalam firman-Nya yang bermaksud, "Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan." (Surah At-Taubah, ayat 54)

2. Tidak berasa gerun dengan ayat al-Quran


Ketika disampaikan ayat-ayat yang berkenaan dengan janji dan ancaman Allah, hatinya tidak terpengaruh sama sekali. Mereka juga lalai daripada membaca al-Quran serta mendengarkannya. Bahkan enggan dan berpaling daripadanya. Sedangkan Allah S.W.T memberikan peringatan, "Maka beri peringatanlah dengan al-Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku." (Surah Al-Qaf, ayat 45)


3. Berlebihan mencintai dunia dan melupakan akhirat


Segala keinginannya tertumpu untuk urusan dunia semata-mata. Segala sesuatu ditimbang dari segi keperluan dunia. Cinta, benci dan hubungan sesama manusia hanya untuk urusan dunia sahaja. Penghujungnya jadilah dia seorang yang dengki, ego, individulistik, bakhil serta tamak terhadap dunia.

4. Kurang mengagungkan Allah


Sehingga hilang rasa cemburu dalam hati, kekuatan iman menjadi lemah, tidak marah ketika larangan Allah diperlekehkan orang lain, tidak mengamal yang makruf serta tidak peduli terhadap segala kemaksiatan dan dosa.

Saturday, July 23, 2011

Berani Mati Menyelam di Mulut Ikan Yu Gergasi

SEORANG penyelam berada dekat mulut seekor ikan yu gergasi di luar pantai Isla Mujeres, Mexico baru-baru ini.



BANDAR RAYA MEXICO - Seorang penyelam bertindak berani dengan menyelam dekat mulut seekor ikan yu gergasi di luar perairan Isla Mujeres, di Mexico, lapor sebuah akhbar semalam.

Imej penyelam itu dirakamkan oleh seorang jurugambar, Mauricio Handler.

Handler menggunakan peralatan berteknologi tinggi untuk merakamkan gambar yang menakjubkan di dasar laut.

Ikan yu gergasi mempunyai mulut selebar 1.5 meter dan 350 barisan gigi.

Panjang haiwan itu boleh mencecah lebih 12.65 meter manakala beratnya lebih 21.5 tan.

Namun, ia tidak berbahaya kepada manusia. - Agensi

Bencana Lidah

Lisan atau lidah manusia memang gemar membuat janji, tetapi seringkali pula jiwa tidak ingin menepati janji yang dibuat oleh lisan tadi. Maka dengan itu jadilah janjinya bohong atau janji yang dimungkiri. Itu adalah tanda-tanda adanya sifat nifaq pada orang itu.


Allah telah berfirman:


"Wahai orang-orang yang beriman tepatilah janji-janji." (Surah l-Maidah : 1)


Allah s.w.t. telah memberikan setinggi pujian ke atas Nabi Ismail a.s. di dalam kitab-Nya yang mulia dengan firman-Nya:


"Sesungguhnya dia (Ismail) adalah benar janjinya." (Surah Maryam : 54)


Apabila Saiyidina Abdullah bin Umar telah hampir menemui ajalnya, beliau berkata: "Sebenarnya dulu ada seorang Quraisy telah meminang puteriku, dan aku telah mengikat suatu perjanjian untuk menikahkan puteriku itu kepadanya. Demi Allah aku tidak gemar menemui Tuhan, sedang sepertiga dari sifat nifaq itu ikut bersama-samaku. Oleh itu saksikanlah, bahawasanya aku telah menikahkan si Fulan itu dengan puteriku."


Diceritakan dari Abdullah bin Abul-Khansa’, katanya: "Saya pernah mengikat janji dengan Rasulullah s.a.w. sebelum baginda diangkat menjadi nabi. Ada barang yang saya janjikan kepadanya akan saya bawa ke tempat yang telah dipersetujui, tetapi malangnya saya terlupa hari itu dan juga esoknya. Maka saya mendatanginya pada hari ketiga, dan saya dapati baginda masih tetap menunggu di tempatnya. Bila saya sampai, maka baginda berkata:


"Wahai pemuda! Engkau telah menyakiti aku dengan janjimu, sebab saya berada di sini menunggu sejak tiga hari lalu."


Ibnu Mas’ud r.a. pula bila berjanji, niscaya dia akan berkata: "InsyaAllah."


Cara beginilah yang lebih baik. Sesudah berkata InsyaAllah, jika ia memang faham bahawa menepati janji itu adalah wajib, maka hendaklah ia menepati janji itu, kecuali jika dihalangi oleh keuzuran. Akan tetapi jika ketika membuat janji itu, hatinya telah bertekad untuk memungkirinya.


Maka itulah yang dinamakan sifat nifaq.


Sabda Rasulullah s.a.w.: "Tiga perkara, barangsiapa yang berada di dalamnya, maka ia dicap munafik, sekalipun ia puasa, sembahyang dan mengaku dirinya seorang Muslim, iaitu; bila berbicara ia bohong, bila berjanji ia mungkiri dan bila menerima amanah dia khianati."


Sabda Baginda yang lain:


"Empat perkara yang jika seseorang manusia ada di dalamnya, maka ia menjadi munafik, dan barangsiapa mempunyai salah satu dari sifat-sifat itu, samalah seperti ia mempunyai sifat kemunafikan, sehingga dia menjauhinya lagi: Jika berbicara dia dusta, jika berjanji dia mungkiri, jika membuat pengakuan dia belot dan jika menuntut dia curang."


Sifat-sifat ini hampir-hampir tertimpa ke atas orang yang ketika berjanji, dia siang-siang telah berazam untuk menyalahi janjinya ataupun yang memungkiri janji tanpa apa-apa keuzuran.


Adapun orang yang berazam untuk menepati janji, tiba-tiba tanpa disangka-sangka pula timbul suatu keuzuran yang menghalangnya dari memenuhi janjinya, maka orang itu tiadalah terkira seorang munafik meskipun pada lahirnya sifat kemunafikan itu berlaku atas dirinya.


Namun sebaik-baiknya, hendaklah dia cuba menghindarkan diri dari terkena sifat kemunafikan itu sebagaimana dia menjauhkan dirinya dari hakikat kemunafikan juga; iaitu
apabila berjanji, cari jalan supaya keuzuran tidak akan berlaku tanpa ada sebab yang benar-benar dharurat.


Sahabat.. ketahuilah. Apabila dimungkiri, ia sakit dan pedih. Jadi hindarilah dari memungkiri janji.

Saturday, July 16, 2011

Hari Keluarga Kelab Guru SMK Menumbok

Hari ini hingga esok aku dan rakan-rakan guru akan berada di Binsulok Beach Resort.. Ini adalah program dari Kelab Guru khas tuk guru-guru SMK Menumbok.. Yang aku guru baru ini pun join.. Lagi pun baru jer di lantik menjadi Timbalan Bendahari.. So, kutip-kutip duit laaa… haha..

Ohh ya program ini akan mengambil masa selama 2 hari 1 malam… Guru-guru yang dah berumah tangga mereka semua tinggal di chalet dengan harga RM70 – RM110.. So, saya dan guru-guru bujang yang lain yakni guru-guru bujang lelaki survive sendiri.. haha.. bawa khemah or tido dalam dewan or surau jer.. hehe jimat katakana… hahahaha…

Banyak aktiviti-aktiviti yang disediakan khas tuk guru-guru.. Antaranya perlawanan futsal guru lelaki antara guru bujang dengan guru berkahwin.. Perlawanana Bola Tampar antara guru-guru perempuan, membuat sand castle khas tuk anak-anak guru dan treasure hunt, pertandingan tarik tali di dalam air laut, aktiviti memancing, aktiviti menuntul (mencari siput/tuntul), aktiviti memasak… Haaaa aktiviti memasak ini dilakukan oleh guru-guru lelaki.. guru-guru perempuan hanya sediakan bahan-bahan jer n guru lelaki yang memasak… Hahahaha.. habis laaa.. kalau terlebih garam, or terkurang jangan bising yaaa.. diam2 jer.. redha jer dengan masakan dari air tangan guru lelaki… hahahaa…

Rasanya.. program ini akan happening coz guru-guru dapat mengukuhkan hubungan silaturrahim dengan guru-guru yang lain.. sama ada yang dah berkahwin or yang bujang…





Thursday, July 14, 2011

Bagaimana Jika Allah Mencintai Kita?

Lazimnya andai kita mencintai atau merindui seseorang, kita mempunyai keinginan untuk memberitahu orang lain. Seboleh-bolehnya biar semua orang tahu bahawa kita sedang mencintainya. Hati merasa bahagia andai perasaan itu dapat dikongsikan bersama.


Melalui jaringan sosial seperti Facebook dan Twitter, kita dapat membaca pelbagai luahan mereka yang sedang bercinta. Antaranya:


"Saya sayang abang."

"Saya rindu ibu."

"Saya cinta kamu semua."


Agaknya, bagaimana pula jika Allah mencintai seseorang?


Dalam satu hadis, Rasulullah SAW pernah bersabda :


"Sesungguhnya Allah SWT jika mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil malaikat Jibril dan berkata: "Wahai Jibril, aku mencintai orang ini maka cintailah dia!" Maka Jibril pun mencintainya, lalu Jibril mengumumkannya kepada seluruh penduduk langit dan berkata: "Wahai penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai orang ini, maka cintai dia." Maka seluruh penduduk langit pun mencintainya. Kemudian orang itu pun dicintai oleh segenap makhluk Allah di muka bumi ini." (Hadis Riwayat Bukhari)


MasyaAllah! Lihatlah cinta Allah..Sungguh luar biasa hebat..


Ketika Allah mencintai seseorang, Allah yang Maha Agung tidak cukup dengan hanya mengatakan "Aku cinta si dia!"


Tetapi Allah memaklumkan kepada seluruh makhluk-Nya.


Apa kata Allah dalam hadis tersebut?


"Wahai Jibril, aku mencintai orang ini maka cintailah dia!"


Maka Jibril pun membuat pengumuman :


"Wahai penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai orang ini, maka cintai dia."


Kemudian orang itu pun dicintai oleh segenap makhluk Allah di muka bumi ini.


Oh Ar-Rahman Ar-Rahim, bahagianya mereka yang benar-benar dicintai Allah. Pasti hidup mereka sentiasa tenang dan diberkati.


Bayangkan jika semua pembaca iLuvislam.com disayangi Allah SWT. Pasti dunia ini dipenuhi dengan kebahagiaan.


Tidakkah kita mahu menjadi seorang yang benar-benar dicintai Allah?


Namun, selama ini, cinta siapa yang kita kejar?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...